syukur, persiapkan dan doa

selamat hari raya Jum’at, hari jumat yang merupakan rajanya hari. semoga hari ini kita bisa beraktifitas yang manfaat bagi kita maupun orang sekitar, amien. 3 bulan sudah saya tidak menulis di blog  ini, sepertinya ide ini hilang dari sumbernya selain memang sedang memfokuskan pada kegiatan di kampus dan ditempat kerja. dan hari ini saya kembali, semangat!!!

pernah gak kita berkata, “ah seandainya bla…bla… bla..” sepertinya indah, enak, dan menyenangkan. dahulu saya punya teman yang cerita kalau dia ingin kerja di dunia industri kimia atau petrochemical. menurutnya kerja di industri kimia bakal memperoleh penghasilan yang besar yang secara langsung semua kemauan yang ia inginkan akan mudah dipenuhi, iyalah penghasilannya gede. namun apa yang terjadi tenyata dunia yang kita idam-idamkan tak seindah yang kita bayangkan sebelumnya, begitu banyak kerikil berserakan diluasnya jalan didepan, yang ujung-ujungnya dia tidak menikmati dunia impiannya.

sebenarnya apa sih yang salah dari cerita di atas? sepertinya gak ada yang salah namun lebih baik lagi kita menyikapinya dengan pandangan yang berbeda. ini beberapa tips dari saya walaupun saya belum mengamalkannya dengan maksimal.

pertama, kita harus bersyukur dengan kondisi yang kita peroleh hari ini. rasa syukur adalah kunci untuk menikmati hidup, bukan berarti kita pasrah sama keadaan yah namun lebih menerima apa yang kita peroleh dan terus berusaha untuk lebih baik. saya punya teman yang tiap hari memimpikan kerja di timur tengah agar memperoleh penghasilan yang besar, impian yang baik namun bila tiap hari ia mengeluh penghasilannya kurang itu baru salah. penghasilan di sebuah industri petrochemical lumayan besar loh, biasanya melebihi dari gaji-gaji pekerja di sektor usaha lain. “kurang tiada cukup”, seandainya kita belajar untuk  bersyukur sepertinya tidak ada lagi yang bisa dikeluhkan, apapun yang ada dihari ini kita akan merasa cukup lebih bagus lagi kalau bisa berbagi dengan yang lain. namun namanya juga manusia kadang melihat keatas, ingin seperti yang ada di atasa padahal ia lebih beruntung dari yang ada dibawahnya, salah satu cara kita bersyukur adalah memberi kepada yang ada dibawah, menyadari kondisi kita lebih baik ketimbang mereka, cukup.

kedua, mempersiapkan diri untuk hari esok. kalau kita bermimpi untuk bisa menjadi seorang pengusaha yang sukses maka kuncinya dengan mempersipakan diri sejak sekarang dengan segala hal yang harus dipunyai oleh pengusaha, tentunya dengan ilmu ekonomi, marketing hingga ilmu komunikasi. layaknya kita mendaki himalaya, tentunya bukan hanya tekad yang kuat untuk mampu mendakinya namun perlu stamina, keterampilan mendaki dengan medan yang sulit dan tak kalah penting perlengkapan untuk mendakinya. jadi bila kita bercita-cita ingin mencapai suatu puncak jangan harap diperolah dengan mudah karena semua itu perlu persiapan loh.

ketiga, berdoa untuk diberikan yang terbaik. sering kita berdoa tentang apa yang kita ingin peroleh dan ingin capai, namun apakah semua itu baik bagi kita. kita berdoa “ya Allah semoga ia mau menjadi pacarku, karena aku cinta ya Allah”, apa bener ia baik buat kita? belum tentu kan makanya kita berdoa agar Allah memberi apa yang kita perlukan bukan hanya sekedar apa yang kita inginkan. Dia-lah yang Maha Tahu dengan apa-apa yang terbaik bagi hambanya.

sebenarnya saya sendiri belum mampu menjalankan kesemuanya, namanya juga dalam tahap belajar. tapi setidaknya punya gambaran anak tangga mana saja yang harus kita injak, bener gak? selamat hari jum’at.

berjalan sendiri

duduk santai d salah satu pojok mesjid istiqlal, pendingin yang terpasang tak jauh dari tempat duduk mengirim udara sejuk setelah segarnya air wudhu yang menyucikan tubuh ini. ceramah di minggu ke-2 setiap bulannya diisi oleh Aa Gym, sudah lama tak mengaji langsung padahal ketika masih sekolah hampir tiap minggu saya pesantren d DT, ceramah kali ini tak seramai ketika ustd arifin mengadakan dzikir akbar namun dahaga akan segarnya embun iman telak terpenuhi, semoga.
jakarta telah terasa dekat, sama seperti perjalanan dago menuju lembang. tak perlu lagi berfikir panjang atau takut kecapean karena “ah biasa”, biar kenyang main~main d jakarta maka saya harus pergi sehabis subuh. pergi subuh-subuh memberikan pengalaman yang berbeda, kita akan merasakan bahwa Allah maha besar ketika langit masih gelap kemudian sedikit demi sedikit mulai dimasuki cahaya terang bewarna kuning, melihat sisa kehidupan malam yang damai.
bulan kemarin malah saya memperoleh cerita yang mengagumkan, diperjalanan serang-jakarta saya menyaksikan sebuah mobil camry hilang kendali hingga menabrak pembatas, mobil rusak parah hingga tak ada satu ban pun yang masih menempel di tempatnya. saya mencoba menolong di subuh yang belum terang itu, syukur ternyata seorang wanita berkerudung dan memakai gamis yang berada di dalam camry tak sedikit pun terluka, cuma sedikit syok. ternyata Allah memiliki cerita yang unik, mobil yang rusak parah namun tak sedikitpun penumpangnya terluka sedangkan sahabat saya alm meninggal seketika dengan tulang leher yang patah ketika jatuh dari motornya. ah namanya takdir siapa yang tau, sekuat apapun kita berusaha namun hasilnya hanya tuhan yg menentuka kita hanya berkewajiban untuk berusaha dengan sebaik baiknya.
satu pelajaran lainnya, tepatnya suatu renungan. hingga saat ini saya belum memiliki sahabat yang sejalan, maksudnya sahabat yang memiliki fisi dan misi yang sama dengan saya. saya lebih sering bepergian sendiri ke suatu pengajian, atau hanya tempat mencari ilmu. sulit untuk memperoleh sahabat seperti itu kebanyakan mereka hanya bersama-sama ketika jalan-jalan saja tak lebih. rasa ingin ini belum juga terpuaskan karena sahabat belum juga terlihat d ujung sana.
semoga saya akan peroleh seseorang di depan yang bisa saling ingat mengingatkan dan semoga dengan sering pengajian hati ini akan merasa tenang.

selalu berbagi…

tiga bulan yang lalu saya dengan bangganya berbicara pada keluarga “cuma jal loh yang belom pernah jatuh naik motor, memang fisik laki-laki lebih kuat daripada perempuan”. dan akhirnya perkataan itu tak bertahan lama karena saya terjatuh dari motor dengan keadaan yang lebih parah ketimbang apa yang telah dialami kakak saya. terjatuh di suatu bukit yang penuh dengan tanaman jangung jauh dari keramaian di saat saya pulang dari KKN.

manusia kadang baru akan menyadari tentang suatu hal bila telah mengalami suatu kesulitan ataupun kebahagiaan, suatu pelajaran yang sangat berharga tentunya. kalau tak mengalami kecelakaan mungkin saya lupa kalaulah kematian bisa terjadi disaat kita mengemudi, lalu sebagai tolak bala pencegah dari musibah maka tak ada salahnya kita bersedekah sebelum kita bepergian. ibu saya sering sms ketika saya sedang berada di luar rumah “jal udah sedekah? sedekah dahulu mudah-mudahan dengan sedekah kita dilindungi Allah dari segala kesulitan, kalaupun mengalami maka tidak parah”.

idealnya sedekah dilakukan setiap hari bukan hanya ketika akan bepergian atau ketika ada seseorang peminta-minta yang mengetuk pintu rumah. begitu banyak keutamaan dari sedekah ini kalau kita ingin mengetahuinya, seperti akan mengundang rizki yang lebih banyak lagi, menyembuhkan penyakit pada orang yang sedang dicoba dengan sakit dan banyak lagi. namun pada kenyataanya kita sulit untuk mengeluarkan sedekah dengan berbagai alasan “duh sayang nih uang buat parkir, buat makan baso, buat…”, sering beranggapan kalau mencari uang itu perlu pengorbanan makanya kita harus berhati-hati ketika menggunakannnya.

coba deh tanya pada diri sendiri, kapan kita merasa senang yang amat sangat ketika menerima gajian, mungkin kita bakal tersenyum girang bila menerima gaji pertama, namun untuk gaji-gaji selanjutnya sepertinya rasa bahagia itu mulai tak terasa lagi. uang yang diterima biasanya hanya mampir sejenak sebelum transfer sana-sini yang ujung-ujungnya kita merasa kekurangan lagi. saya juga baru mengerti kalaulah kebahagian itu ada bukan disaat tangan kita di bawah melainkan disaat tangan kita ada di posisi atas atau ketika kita berbagi pada orang lain, akan ada rasa bahagia ketika melihat saudara kita bisa sekolah lagi ketika tetangga tak lagi di tagih-tagih oleh rentenir, dan ketika satu keluarga dapat makan layak daripada hari kemarin.

jadi sejauh mana kita telah berbagi pada sesama, sejauh mana kita telah memberi manfaat bagi keluarga dan lingkungan disekitar. “berbagi tak pernah merugi”, betul belum pernah dengar seorang yang dermawan jatuh miskin ketika ia mengeluarkan hartanya, bukannya berkurang namun akan terus bertambah karena hitungan Allah bukanlah hitungan algoritma ataupun aljabar, hitungan Allah tak dapat kita tebak karena Ia lah yang memiliki segala sesuatu di alam ini. semoga dengan ini kita semakin semangat untuk terus dan terus berbagi pada sesama.

resolusi hari ini…

hari ke empat di awal tahun baru, meninggalkan tahun yang lalu dengan seluruh ceritanya. ditahun yang baru ini banyak yang ingin dicapai tentunya, selain PR yang belum tercapai ditahun kemarin. tahun ini kesempatan untuk bangkit dari kesantaian yang selam ini menjadi gaya hidup. ternyata santai banyak sisi keburukannya yah “santai kayak di pantai, slow kayak di pulau” gak selamanya menyenangkan yang ujung-ujungnya saya keteteran.

tahun ini saya memasuki babak akhir kuliah, ternyata untuk menjadi seorang sarjana teknik kimia susah yah banyak rekan-rekan yang berguguran di medan keputusasaan. tahun ini lulus kuliah dan yang penting bukan hanya lulus namun mampu memahami ilmu yang telah dipelajari beberapa tahun kebelakang. walaupun saat ini saya baru sadar ternyata minat telah berpindah haluan dan berharap ini tak membuat saya menyianyiakan ilmu yang telah ada. kerja praktek, penelitian, rancangan pabrik, ujian komprehensif adalah deretan tembok yang harus dilangkahi.

visi ditahun kemarin sepertinya sedikit kabur bahkan saya lupa visi yang sebenarnya ditekadkan, disamarkan oleh kesenangan sesaat. lupa bahwa saya akan pindah dunia, dunia yang tersaji di depan dan dunia kekal setelah Sang pemilik jiwa menyuruh malaikatnya agar saya terbaring kaku di tanah. sebelumnya saya belum punya gambaran apa yang kira-kira saya kejar dimasa 5-10 tahun kedepan dalam pikiran “jalani saja hari ini, masalah kedepan yah lihat saja”, dan akhir tahun lalu baru sadar bahwa itu semua salah. jadi mulai sekarang harus punya visi yang jelas dan segera bangun pondasi untuk mewujudkannya.

membuat rencana kedepan dan berusaha untuk mewujudkannya karena taman yang indah takkan terbangun begitu saja tanpa perencanaan pada saat akan membangunnya. lalu lupa kalau saya tak selamanya mampu untuk bernafas ada saatnya nanti paru-paru tak mampu lagi menyimpan oksigen untuk mengalirkannya ke jantung dan membagikannya ke seluruh tubuh. dunia memang melenakan yang sering disebut cinta dunia dan ujung-ujungnya takut mati, kemarin kita sebut tahun baru namun aslinya usia kita terus berkurang dan mendekati kubur, namun saya sendiri belum mampu untuk mempersiapkan bekal untuk nanti. padahal nikmat tak pernah ada putus-putusnya tapi saya lupa dengan Sang pemberi nikmat “mudah-mudahan Allah mengampuni kelalian saya”. taubat dari kesalahan sepertinya agenda pertama yang harus dijalani, kemudian memperbaiki diri dalam hal ibadah teruatma solat dan tak lupa amalan shalih lainnya.

kata teman saya tipikal orang yang pendiam sehingga banyak teman yang beranggapan saya sombong atau arogan, kurang bersahabat dengan bukti hanya punya teman segelintir saja. tahun ini saya harus menjadi pribadi yang menyenangkan bagi sahabat, bagi yang lebih tua dan bagi yang lebih muda. semoga berhasil karena merubah watak perlu waktu dan usaha yang cukup.

overall saya ingin tahun ini menjadi tahun yang penuh dengan berkah, diisi oleh catatan kebaikan dan keberhasilan dari segala hal yang dijalani nantinya. dan yang terakhir saya mau terus ngeBlog mudah-mudahan saja tulisan ini bermanfaat bagi saya secara pribadi syukur-syukur sahabat yang sudi membaca tulisan ini.

*siapa sungguh-sungguh maka ia dapat

menyambut fajar baru..

sebenarnya waktu terus berjalan hari ini jumat besok sudah masuk hari sabtu, hanya kebetulan penanggalan yang berlaku menyatakan kalau sabtu ini adalah hari pertama d tahun 2011. ada sebagian sahabat yang menyambut gembira dengan pergantian tahun ini, tapi bagi saya ini hanyalah sebuah realita yang pasti terjadi dan tak makna yang lebih.

ketika teman saya sedang pawai dengan mengendarai motor untuk pergi ke anyer atau sedang asik mendengarkan parade musik yang diadakan oleh salah satu mall, saya malah diam d kamar menyendiri. tepat 2 jam sebelum orang bersorak kegirangan dan langit berhiaskan kembang api, saya malah mematikan seluruh sumber cahaya yang ada dan menonaktifkan sumber informasi. “nikmatnya menyendiri”.

jam yang terpasang di pergelangan tangan kiri memberi tahu bahwa tengah malam telah lewat 2 jam yang lalu. saya bangun kemudian mencoba membasuh seluruh tubuh ini dengan segarnya air di tengah malam, “wah segar ternyata” kemudian mencoba untuk berpenampilan rapi dan menggelar alas untuk sujud, sungguh Allah telah memberi kesempatan usia hingga hari ini dan tak lupa curahan nikmatnya yang tak pernah akan terhenti hingga tarikan nafas terakhir nanti.

apa sih yang telah saya capai d hari-hari kebelakang, berapa banyak dosa yang telah saya tumpuk hingga menjadi gunungan dosa yang tak mampu terbayangkan. usia makin berkurang semakin dekat dengan kuburan padahal bekal belum maksimal. banyak target-target yang tak tercapai digantikan dengan berkali-kali terjerembabnya saya pada lubang kegagalan bahkan sering di tengah jalan saya lupa akan arah dan tujuan. “yesterday is gone” ya sudahlah kemarin telah terlewati mau marah atau sedih tak ada gunanya lagi, saatnya untuk merangkai tujuan untuk hari-hari esok.
sudah adzan subuh ternyata….

hari yang baru…

hari yang cukup cerah di awal tahun baru hijriyah ini.

berbeda dengan tahun baru masehi yang dihiasi oleh hingar-bingar hiburan di berbagai pusat kota, bunyi terompet dari pada pengendara di jalan yang tak merasakan kantuk, dan dering handphone karena ada sms masuk ke inbox yang isinya seragam “selamat tahun baru yah”. tapi ini tahun baru islam, bukan itu yang sebenarnya kita cari.

melihat kebelakang berapa banyak yang telah kita lakukan di tahun kemarin, berapa banyak dosa yang terus terakumulasi kemudian mengendap hingga hati ini mulai berubah menjadi sedikit abu dan lama kelamaan menjadi hitam, hati berpenyakitan karena amal tak lebih banyak ketimbang dosa.

biasanya di awal tahun kita merencanakan apa saja yang ingin kita capai selama satu tahun penuh, namun ditengah jalan sering ada hal yang melalaikan hingga tujuan kita luput dari ingatan. saya lupa akan tujuan bertahan di tanah rantau ini, lupa untuk apa waktu panjang kuliah ini dijalani, lupa hakikat dari mencari rizki, lupa usia terus berkurang kesempatan beramal menyempit. ah tapi sudahlah, untuk apa menyesali hal yang telah dilewati yang terpenting kita belajar dari kesalahan kemarin dan terus berusaha merubah diri.

bersilaturahmi pada saudara yang telah lama kita tak kunjungi, silaturahmi akan membuka pintu rizki. ketika saya berkunjung ke sana ada sebuah pelajaran penting yang dapat dipetik, ternyata saudara saya ini perlu diberi bantuan beliau hidup sederhana dengan anak 3 plus para menantunya plus dengan cucunya 3. kebetulan saudara saya ini juga tinggal di daerah yang sebagian warganya di haruskan hidup sederhana, satu rumah cukup sederhana untuk seluruh anggota keluarga, tak ada sofa yang ada hanyalah tikar yang kecil, untuk alas kepala tak ada sarung bantal melainkan bantal yang di selimuti oleh plastik untuk beras. padahal saya sendiri tinggal dengan fasilitas yang bisa dibilang cukup, saya bisa tidur di kasur yang nyaman, kamar yang cukup besar bahkan ada ruang untuk menyimpan akuarium ular saya. ketika melihat keluar ternyata saya melihat banyak ibu-ibu yang menjajakan masakan matang ke tiap rumah, tak ketinggalan warung yang menjamur disetiap belokan, gang sempit yang hanya mampu dilewati motor. ternyata masih banyak saudara kita yang memang sedang diberi ujian oleh Allah untuk hidup sederhana, ladang untuk kita sebagai orang yang punya rizki lebih untuk lebih peduli lagi terhadap mereka.

habis mengunjungi saudara saya arahkan motor ke salah satu pusat perbelanjaan di daerah bandung kota,  sangat kontras itu yang bisa saya katakan ketika melihat banyak orang yang memiliki rizki berlebih kemudian membelanjakan uangnya untuk hal-hal yang tidak pokok. saya melihat begitu mudahnya orang membeli laptop, seperti membeli gorengan. membeli pakaian yang setara dengan bayaran bibi tukang cuci di kosan saya. kadang hati ini tergoda, kapan yah saya diberi kepercayaan oleh Allah dengan rizki yang lapang sehingga saya bisa belanja seperti mereka sepertinya “menyenangkan”.

berkelebihan atau kekurangan adalah sama, sama-sama ujian dari Allah bagi hambanya, menguji sejauh mana hambanya mengenal sang pemilik jiwa. kalau tidak hati-hati bisa saja kita menjadi seorang yang kufur nikmat dan tak penyabar. bolehlah kita melihat ke atas, namun yang namanya melihat keatas pasti tak ada ujungnya padahal masih banyak sesuatu dibawah kita yang seharusnya kita menjadi hambanya yang bersyukur.

mari kita peduli dengan saudara kita bantulah dengan semampunya, sebenarnya sebaik-baiknya di antara kita adalah yang membawa manfaat bagi saudaranya. “selamat tahun baru teman-teman semua, semoga diberi usia yang barokah”. amien

sinarku telah hilang

Tags

Astagfirullahaladzin… astagfirullahaladzin… astagfirullahaladzin…
sesak hati ini ketika seorang perempuan yang dekat dengan saya membuat pengakuan kalau kehormatannya sudah tiada. “jal saya bagaikan bunga yang telah kehilangan sari madunya, kini saya merasa tak ada arti lagi”. saya hanya mematung memahami apa yang ia ucapkan, astagfirullahaladzim…
beberapa waktu kemarin saya membaca kabar tentang survei tentang kelakuan nakal para remaja, disitu tertulis kalau 62,5% remaja pernah melakukan hubungan badan dan 21% diantaranya pernah aborsi. saya kaget mengapa angkanya begitu besar, saya merasa kalau orang-orang disekitar saya takkan mungkin melakukan hal sebodoh itu. dan saat ini saya baru mengerti tentang kebenaran survei itu.
lelaki mana yang tak tertarik dengan sahabat saya ini, Allah telah menganugrahkan kecantikan di wajahnya, berpendidikan, dan baik dalam bersikap. namun kenapa hal semacam ini dapat terjadi, anugerah yang telah Allah beri ia hancurkan begitu saja. “jal tolong pahami saya, toh ini sudah terjadi dan takkan bisa di ubah”, memang sudah terjadi dan semua kenyataan ini takkan bisa diulang, tapi sahabat ingat kalau hidup ini cuma sekali takkan ada hidup di dunia untuk yang kedua kalinya.
“seorang wanita dianugrahi suatu kehormatan oleh Allah, dan terpujilah bila ia bisa menjaga kehormatannya.”
pernah ada cerita di zaman nabi, seorang wanita mengaku telah melakukan perzinahan dan ia sedang mengandung, ia ingin bertaubat. maka rasul berpesan pada anggota keluarganya untuk mengurus sang wanita dengan baik hingga ia melahirkan, lalu rasul berpesan untuk membawa wanita itu bila telah selesai melahirkan. beberapa waktu telah berlalu sang wanita telah melahirkan dan kembali pada rasul. rasul akhirnya memerintahkan pada para sahabat agar wanita tersebut dirajam. terhapuslah dosa zina yang ia lakukan dengan hukuman rajam tersebut.
saya fikir, pastinya ada syetan yang handal untuk membujuk manusia melakukan hal hina ini. syetan yang mampu membangun motivasi yang kuat bagaikan seorang mario teguh yang semangat memberi motivasi bagi pendengarnya. tapi siapa tahu syetan tak andil ketika godaan itu muncul, nafsu telah menjadi raja lalu menguasai tiap tarikan nafas. telah hilang pancaran sinar diwajahnya bagi orang semacam ini, suatu noda yang takkan hilang hingga tarikan nafas terakhir.

“wahai sahabatku mengapa ini bisa terjadi
tuhan telah melarang, tapi..
dihiraukan semua larangan
tergoda oleh sesuatu yang fana.
taukah sahabat kalau hidup hanya sekali
tuhan takkan pernah tidur
tuhanlah satu-satunya penolong
kembalilah pada tuhan, sahabat
dekat, dan lebih dekat…

taubat sahabatku, taubat dengan semurninya taubat. sepertinya tidak tepat kalau saya dijadikan sebagai seseorang pembimbing, masih banyak diluar sana yang layak dan mampu memberikan genggamannya untuk dirimu melangkah kedepan. saya sakit mendengar kenyataan ini, namun saya hanya mampu berdoa moga hari langit esok lebih cerah bagimu.
satu pelajaran bagi saya, Allah takkan menyatukan hal yang baik dengan yang buruk, orang shaleh akan bersama orang sahalihah, begitupun sebaliknya. Ya Rabb peliharalah diri ini…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.