berjalan sendiri
duduk santai d salah satu pojok mesjid istiqlal, pendingin yang terpasang tak jauh dari tempat duduk mengirim udara sejuk setelah segarnya air wudhu yang menyucikan tubuh ini. ceramah di minggu ke-2 setiap bulannya diisi oleh Aa Gym, sudah lama tak mengaji langsung padahal ketika masih sekolah hampir tiap minggu saya pesantren d DT, ceramah kali ini tak seramai ketika ustd arifin mengadakan dzikir akbar namun dahaga akan segarnya embun iman telak terpenuhi, semoga.
jakarta telah terasa dekat, sama seperti perjalanan dago menuju lembang. tak perlu lagi berfikir panjang atau takut kecapean karena “ah biasa”, biar kenyang main~main d jakarta maka saya harus pergi sehabis subuh. pergi subuh-subuh memberikan pengalaman yang berbeda, kita akan merasakan bahwa Allah maha besar ketika langit masih gelap kemudian sedikit demi sedikit mulai dimasuki cahaya terang bewarna kuning, melihat sisa kehidupan malam yang damai.
bulan kemarin malah saya memperoleh cerita yang mengagumkan, diperjalanan serang-jakarta saya menyaksikan sebuah mobil camry hilang kendali hingga menabrak pembatas, mobil rusak parah hingga tak ada satu ban pun yang masih menempel di tempatnya. saya mencoba menolong di subuh yang belum terang itu, syukur ternyata seorang wanita berkerudung dan memakai gamis yang berada di dalam camry tak sedikit pun terluka, cuma sedikit syok. ternyata Allah memiliki cerita yang unik, mobil yang rusak parah namun tak sedikitpun penumpangnya terluka sedangkan sahabat saya alm meninggal seketika dengan tulang leher yang patah ketika jatuh dari motornya. ah namanya takdir siapa yang tau, sekuat apapun kita berusaha namun hasilnya hanya tuhan yg menentuka kita hanya berkewajiban untuk berusaha dengan sebaik baiknya.
satu pelajaran lainnya, tepatnya suatu renungan. hingga saat ini saya belum memiliki sahabat yang sejalan, maksudnya sahabat yang memiliki fisi dan misi yang sama dengan saya. saya lebih sering bepergian sendiri ke suatu pengajian, atau hanya tempat mencari ilmu. sulit untuk memperoleh sahabat seperti itu kebanyakan mereka hanya bersama-sama ketika jalan-jalan saja tak lebih. rasa ingin ini belum juga terpuaskan karena sahabat belum juga terlihat d ujung sana.
semoga saya akan peroleh seseorang di depan yang bisa saling ingat mengingatkan dan semoga dengan sering pengajian hati ini akan merasa tenang.



salam
kapan kita bisa duduk bersandar di dinding surau agar kita bisa membahas banyak hal.heheh
menarik,bang
p cabar
semangat
salam hnagat dari blue
salam kenal