selalu berbagi…
tiga bulan yang lalu saya dengan bangganya berbicara pada keluarga “cuma jal loh yang belom pernah jatuh naik motor, memang fisik laki-laki lebih kuat daripada perempuan”. dan akhirnya perkataan itu tak bertahan lama karena saya terjatuh dari motor dengan keadaan yang lebih parah ketimbang apa yang telah dialami kakak saya. terjatuh di suatu bukit yang penuh dengan tanaman jangung jauh dari keramaian di saat saya pulang dari KKN.
manusia kadang baru akan menyadari tentang suatu hal bila telah mengalami suatu kesulitan ataupun kebahagiaan, suatu pelajaran yang sangat berharga tentunya. kalau tak mengalami kecelakaan mungkin saya lupa kalaulah kematian bisa terjadi disaat kita mengemudi, lalu sebagai tolak bala pencegah dari musibah maka tak ada salahnya kita bersedekah sebelum kita bepergian. ibu saya sering sms ketika saya sedang berada di luar rumah “jal udah sedekah? sedekah dahulu mudah-mudahan dengan sedekah kita dilindungi Allah dari segala kesulitan, kalaupun mengalami maka tidak parah”.
idealnya sedekah dilakukan setiap hari bukan hanya ketika akan bepergian atau ketika ada seseorang peminta-minta yang mengetuk pintu rumah. begitu banyak keutamaan dari sedekah ini kalau kita ingin mengetahuinya, seperti akan mengundang rizki yang lebih banyak lagi, menyembuhkan penyakit pada orang yang sedang dicoba dengan sakit dan banyak lagi. namun pada kenyataanya kita sulit untuk mengeluarkan sedekah dengan berbagai alasan “duh sayang nih uang buat parkir, buat makan baso, buat…”, sering beranggapan kalau mencari uang itu perlu pengorbanan makanya kita harus berhati-hati ketika menggunakannnya.
coba deh tanya pada diri sendiri, kapan kita merasa senang yang amat sangat ketika menerima gajian, mungkin kita bakal tersenyum girang bila menerima gaji pertama, namun untuk gaji-gaji selanjutnya sepertinya rasa bahagia itu mulai tak terasa lagi. uang yang diterima biasanya hanya mampir sejenak sebelum transfer sana-sini yang ujung-ujungnya kita merasa kekurangan lagi. saya juga baru mengerti kalaulah kebahagian itu ada bukan disaat tangan kita di bawah melainkan disaat tangan kita ada di posisi atas atau ketika kita berbagi pada orang lain, akan ada rasa bahagia ketika melihat saudara kita bisa sekolah lagi ketika tetangga tak lagi di tagih-tagih oleh rentenir, dan ketika satu keluarga dapat makan layak daripada hari kemarin.
jadi sejauh mana kita telah berbagi pada sesama, sejauh mana kita telah memberi manfaat bagi keluarga dan lingkungan disekitar. “berbagi tak pernah merugi”, betul belum pernah dengar seorang yang dermawan jatuh miskin ketika ia mengeluarkan hartanya, bukannya berkurang namun akan terus bertambah karena hitungan Allah bukanlah hitungan algoritma ataupun aljabar, hitungan Allah tak dapat kita tebak karena Ia lah yang memiliki segala sesuatu di alam ini. semoga dengan ini kita semakin semangat untuk terus dan terus berbagi pada sesama.


