Skip to content

ku ingin kau berubah…

October 5, 2009

hanya ingin berubah

Seandainya kita dihadapkan dengan suatu pilihan, maka sejauh mana kita yakin dengan keputusan sendiri. maksudnya bila kita memutuskan suatu masalah kita merasa tak perlu lagi meminta pendapat dari orang lain, baik berupa saran, ide maupun tenaga. tetapi saya rasa sangat sedikit dari kita yang berani mengambil keputusan tanpa berkonsultasi dahulu kepada seseorang.

Biasanya kita akan meminta bantuan dari orang yang dikasihani baik itu orang tua, saudara maupun pacar agar mau mendengar keluh kesah yang sedang kita alami. Lalu mereka akan memberi masukan-masukan mulai dari yang mudah untuk dipahami hingga yang sulit untuk dimengerti, sampai-sampai kita perlu waktu yang cukup untuk bisa mencerna maksudnya.

Beberapa hari kebelakang salah satu sahabat saya menelpon dan ia bercerita tentang masalah yang sedang ia hadapi. Akhirnya saya pun tahu kalau masalah yang ia ingin bagi ini adalah masalah yang cukup kompleks, yaitu masalah yang menyangkut  masa depan teman saya tersebut.

Memang dulu saya pernah menyarankan dia untuk pindah dari tempat kerjanya saat ini dan mencari tempat kerja yang lebih nyaman, nyaman menurut pandangan saya tentunya.

Makanya ketika dia menerima panggilan kerja di tempat lain dia langsung menghubungi saya. berharap  akan memberinya sebuah masukkan. Saya menyarankan dia untuk keluar dan menerima pangggilan itu.

Namun pada akhirnya rasa bersalah menyelimuti hati ini. Mengapa ya saya berani-beraninya memberikan masukkan yang begitu penting bagi seseorang padahal saya tak tahu kondisi  dia yang sebenarnya. Bagaimana seandainya dia mengalami kegagalan setelah keputusan itu ia ambil, tidak betah berada ditempat yang baru. Dan orang pertama yang akan merasa  bersalah adalah saya, kalaupun ia tidak meminta pertanggung jawaban dari apa yang saya ajukan, namun tetap saja saya akan merasa amat bersalah.

“saya rasa kamu cukup bijak dalam memilih apa yang akan kamu ambil, jadi semuanya terserah kamu…”

saya yang bukan siapa-siapa ini memang tak layak untuk terus mendorong ia untuk berubah, takut seandainya perubahan itu hanya karena saya terus-menerus memaksanya.

semoga tuhan menunjukkan jalan yang terbaik bagi setiap hamba-Nya, karena hanya Ia-lah yang pemilik setiap desah nafas serta sang pemilik jiwa yang rapuh ini.

Pilihan ada ditanganmu saudaraku….

From → unek-unek

One Comment
  1. mantab banget postingannya bang
    suka banget blue
    salam hangat selalu
    pa cabar?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.