26
Dec
09

500 days of summer


setelah musim panas ceria maka akan datang sang gugur yang cantik..

500 days of summer, telah menginspirasi kalimat saya diatas. inti dari film ini menceritakan seorang lelaki yang dekat dengan seorang wanita, hubungan mereka berjalan dengan menyenangkan hingga kemudian dia menyadari bahwa teman wanitanya hanya menganggap dia sebagai seorang teman. summer akhirnya menikah dengan orang lain, sang pria depresi dan sulit untuk melupakan kenangan indah dengan summer, hingga ia sadari bahwa hidup bisa terus berlanjut walaupun tak ada summer di sampingnnya. pada akhirnya sang pria mendapatkan autumn yang lebih indah ketimbang summer.

kadang kita merasa kesal ketika dia tak membalas sms yang kita kirim, marah ketika kita melihat ia bersama seorang pria yang tak dikenal, dan depresi ketika semua cerita indah yang telah dijalani berakhir hanya dengan kata putus. ironis memang tapi inilah hidup, sekencang apapun kita berlari namun kita takkan mampu untuk merubah kenyataan yang ada.

deraian air mata, hati yang terus bergemuruh, bahkan mengurung diri di kamar adalah beberapa ritual patah hati. menyesakkan memang apalagi bagi seorang wanita yang hatinya begitu lembut, kenyataan yang tak sesuai dengan harapan. kadang kita perfikir ia adalah jodoh yang diturunkan tuhan dari langit  yang kemudian akan mengisi ruang kosong yang ada di hati terdalam. namun semua keyakinan itu seakan runtuh dan hancur berserakan.

manisnya hari kemarin tak mungkin akan hilang dalam ingatan, namun biarlah semua itu menjadi daun hijau yang menempel di ranting pohon kehidupan. teruslah melangkah menyusuri jalan yang ada di dapan, diiringi siulan ceria bekal yang cukup akan membuat kita lebih siap, dan siapa tahu jalan didepan lebih indah untuk dilalui. setelah kita berpanas-panasan ketika summer kemarin maka tak lama lagi kita akan bertemu dengan autumn yang cantik, moga saja…

bagi semua sahabatku yang sedang mengalami ritual patah hati, semoga cepat sembuh….

30
Nov
09

evaluasi…

tak mesti harus menemui suatu masalah yang besar baru kita melakukan evaluasi, tak mesti harus minum obat ketika sakit bisa saja kita minum obat agar daya tubuh kita kebal terhadap penyakit. semua yang diusahakan sekarang tentunya akan berbuah di masa yang akan datang, segala tindak tanduk ini akan tercatat dan takkan bisa diperbaiki kembali.

sepertinya saya harus mengevaluasi kembali apa-apa yang telah saya lakukan kemarin, apakah saya sudah menapaki jalan yang benar atau selama ini saya hanya mengikuti perasaan hingga jalur yang ditempuh telah melenceng jauh dari seharusnya. tiap sentuhan akan memiliki arti yang berbeda-beda pada setiap orang, ketika bibir ini melebar untuk tersenyum maka senyum ditujukan pada siapa dan untuk apa. kadar kebaikan adalah abu-abu karena tak ada nilai pasti apakah suatu tindakan bernilai baik atau buruk, hanya Dia yang tau semua isi dari hambanya.

saya meminta waktu untuk mengevaluasi semua ini, seminggu mungkin atau sebulan, ah saya tak tahu tepatnya evaluasi ini akan selesai. moga perjalanan pagi ini menuju batam akan memberi angin segar agar saya dapat berfikir lebih jernih.

23
Nov
09

oh nurani…

Siang terik tak membuat saya membatalkan rencana untuk berbelanja beberapa kebutuhan hidup untuk sebulan kedepan, maklum hidup sendiri di ujung pulau jawa. Loh kok cowok belanja bulanan sih? Memang salah ya. Ketika dalam perjalanan menuju salah satu pusat perbelanjaan, saya dibuat penasaran karena laju angkot terhenti lalu ada kerumunan orang, “ada maling” menurut salah satu pejalan kaki ketika ditanya oleh abang supir.

Wah siang bolong kayak gini ada juga ya tukang maling yang nekat beraksi, dan sialnya dia gagal he. Saya pun memutuskan untuk turun dari angkot untuk melihat keadaan dan kebetulan tempat yang dituju tinggal tiga ratus meter lagi. Baru beberapa langkah menjauhi angkot saya melihat pemandangan seseorang yang kaki dan tangannya diborgol kemudian ia gotong oleh dua aparat hukum layaknya binatang.

Ini bukanah suatu pemandangan yang aneh, mungkin kita sering melihat peristiwa seperti ini di  acara kriminal. Namun bukan berarti dengan seringnya kita melihat tayangan seperti ini hati akan menyutujui begitu saja, sang pelaku memang melakukan hal kriminal dan perlu di beri hukuman tapi harus seperti inikah caranya. Memperlakukan saudaranya layaknya binatang bukan saja sebuah hukuman namun juga sesuatu yang dapat menodai nilai moral yang ada. Seandainya hal seperti ini menimpa sanak kerabat tentu kita takkan terima dan akan marah. Sang khalik sudah menganugrahi kemuliaan bagi manusia dibandingkan makhluk lainnya, namun mengapa kita malah mencoba untuk merendahkannya, apakah suatu kesalahan saudara kita dapat menghapus rasa kemanusiaan yang telah tuhan anugerahkan pada kita, apakah tak ada lagi cara yang lebih layak?.

Dua moment yang saling barlawanan tersaji saat ini, masih hangat berita tentang seorang nenek yang mencuri tiga buah kakao lalu dituntut penjara satu setengah bulan, sang penuntut beralasan kalau semua ini adalah suatu bentuk pelajaran agar tak ada lagi para pencuri kakao di kebunnya. Hal yang kontras tersaji ketika kita melihat sebuah fakta seorang penyuap dan makelar kasus masih bisa tidur nyenyak padahal bukti atas kesalahannya sudah diketahui oleh umum, tak ada yang namanya peristiwa borgol kaki atau tangan dan tak ada pula ia di gotong layaknya hewan seperti pencuri jalanan tadi.

”hati nurani ini senang akan rasa adil dan kasih sayang namun apadaya harta dan jabatan telah mengaburkan semua itu”

Ada seekor anak kucing yang bermain di tengah jalan, kemudian saya mencoba untuk memindahkannya. Saya tangkap lalu sedikit saya lempar ke tempat yang aman, bukan ucapan terimakasih yang saya terima tapi caci maki dari sang pemiliknya. Suatu realita yang ada saat ini, menyimpulkan berbagai peristiwa hanya dengan fakta yang ada tanpa mendalami nilai-nilai yang ada didalamnya.

Yuks mulai hari ini kita belajar untuk menjernihkan hati dan fikiran… :D

19
Nov
09

masalah lagi dan lagi……

Selama kita masih mampu untuk bernafas, selama itu pula kita mampu untuk menyelesaikannya. Jika makan adalah kebutuhan begitu pula masalah yang kita hadapi, rintangan demi rintangan seakan barisan pepohonan yang sejauh mata memandang tak terlihat ujungnya.

Entah kenapa jal sering beranggapan bahwa yang namanya masalah, baik itu yang sederhana hingga yang sukar untuk uraikan adalah bumbu kehidupan. Ya seperti asam di dalam sayur asam, takkan terasa nikmatnya asam manis didalam sayuran tanpa kehadiran sang asam, dan seperti iklan yang ada disetiap acara TV tanpanya sulit bagi stasiun TV untuk bertahan.

Saya coba liat kebelakang ya, dimarahi oleh atasan karena kerja kita tak sesuai dengan target, tidak bisa ikut praktek karena gagal pembicaraan dengan dosen yang killer, ataupun laptop yang rusak karena ulah seseorang yang tak mengerti apa itu arti dari tanggung jawab.”Tenang itu tuh namanya ujian, nanti juga selesai kok”, benak saya mencoba menenangkan. Sama seperti tugas kuliah masalah juga harus punya batas waktu, berapa banyak energi dan waktu yang terkuras untuk memikirkan masalah itu andai saja kita berlarut-larut dalam mencari jalan keluarnya.

”hidup ini berpindah dari masalah satu ke masalah yang lain” setiap orang punya cara  untuk dapat menyelesaikkannya sesuai dengan kadar ilmu, iman, dan pengalaman hidupnya masing-masing. Masih hangat ingatan kita tentang berita tentang kiper jerman henke yang bunuh diri dengan menabrakan diri ke kereta, bukti nyata bahwa tak semua orang mampu untuk menyelesaikan setiap masalah dengan bijak, ia berfikir dengan bunuh diri seluruh masalah akan berakhir, memang berakhir namun berakhir dengan konyol.

Dari seribu masalah yang akan dilalui pasti ada beberapa masalah yang akan sulit di lewati, belum lagi kalau masalah ini erat kaitannya dengan hal-hal yang berharga termasuk keluarga. Ikatan keluarga yang kokoh layaknya beringin akan merasakan kerasnya tiupan angin dikala suatu masalah itu menimpa, akan tumbang bila seluruh anggotanya tak mampu lagi untuk bertahan. Ya yang mungkin dibutuhkan ketika kita mengalami masalah ini adalah persamaan tujuan, persepsi dalam menjalani menyikapinya. Yang sering terjadi biasanya kita lebih menyudutkan satu pihak tanpa mau tahu apa alasannya yang penting dia ”salah”, ketika sang korban mencoba untuk melakukan pembelaan kita seakan-akan kita enggan mendengarnya dan terus saja berkata salah.

Seandainya kita menjadi korban, apa yang akan kita perbuat? Mungkin jawaban tiap orang akan bervariasi ada yang menyikapinya dengan cuek, masa bodo, ada pula yang emosi dalam menjalaninya. Jadi please seandainya kita menjadi pihak yang menyalahkan maka cobalah untuk sedikit memahami mengapa masalah ini dapat terjadi kalaupun memberikan solusi jangan cuma berdasarkan pemikiran sepihak saja, coba untuk berbagi fikiran dan masukan dengan sang korban bukannya ini masalah bersama dan untuk kebaikan bersama.

Ah…. gak ada masalah yang besar, yang ada masalah yang dibuat-buat agar menjadi besar. Gak ada yang namanya gelap yang ada hanya kekurangan cahaya, gak ada yang namanya rumit kecuali kita sendiri yang membuatnya rumit, ahhhhhh………

Jal pusing apa yang harus ditulis, sory buat postingan yang satu ini. Salam hangat selalu :D

05
Nov
09

sungguh aku berharap

2365029928_3e5a03e0d6_b

Sama atau beda sih tiap kerjaan tuh? mungkin itu pertanyaan yang sekarang ini sering muncul dalam benak saya.  ”bukannya tiap kerjaan tuh sama, yang penting halal kan?”

pada hakikatnya kita bekerja untuk memperoleh penghasilan, kemudian penghasilan kita gunakan untuk memenuhi segala kebutuhan sehari-hari. walaupun tiap orang punya pekerjaan yang berbeda-beda, tapi kita pasti sepakat apa pun pekerjaannya harus dijalani dengan sungguh-sungguh.

kalau kita mau menghitung berapa banyak jenis profesi yang ada di negeri ini, mulai dari pekerjaan yang formal hingga yang non formal, dari presiden hingga tukang beras. faktor apa sih yang paling berperan dalam seseorang memperoleh pekerjaan? apakah faktor pendidikan, relasi, keahlian atau hanya sebuah keberuntungan. banyaknya jumlah orang yang butuh pekerjaan tidak sebanding dengan jumlah lapangan pekerjaan ini menyebabkan banyak orang yang bekerja tidak sesuai dengan keahliannya semula. banyak orang kerja hanya “sekedar bekerja” dan yang terpenting memperoleh penghasilan.

sebenarnya saya termasuk orang yang tak rela kalau orang terdekat menjalani profesi yang mengharuskannya untuk membuka aurat. banyak tempat kerja yang mengharuskan para karyawatinya untuk memakai seragam yang tak menutup aurat, bila ada yang memakai kerudung mereka mengancam akan memecatnya atau di mutasi ke bagian yang berat. “jal dengan keadaan saya sekarang (melepaskan kerudung) saya dapat gaji yang lebih besar ketimbang pakai kerudung, diatas UMR lah coba kalau saya tetep pakai kerudung gajinya tuh jauh dari UMR”.

“hari gini masih ada tempat yang ngelarang pakai kerudung”, mungkin tempat kerjanya adalah tempat yang memuja kemolekan seorang wanita, yang menonjolkan setiap lekuk-lekuk perempuan yang semata-mata untuk  menarik didepan konsumennya. pernah ada kejadian disebuah pusat perbelanjaan di sebuah kota seorang karyawati dikeluarkan karna hanya memakai kerudung ketika bekerja, kemudian masalah ini diadukan ke serikat pekerja setempat hingga terjadi sidang antara pusat perbelanjaan tersebut dengan serikat pekerja, dengan hasil akhir pihak perusahaan harus membayar denda dan harus memberi kebebasan bagi karyawatinya untuk memakai kerudung. satu tahun berlalu ternyata di tempat perbelanjaan itu karyawannya banyak yang pakai kerudung namun ada nada yang kurang sedap bahwa karyawan yang dikerudung hanya memperoleh upah sebesar tujuh puluh persen dari karyawan yang tak pakai kerudung, sungguh ironi yang amat sangat (hehe berlebihan).

bila hal semacam ini menimpa salah satu orang terdekat, apa yang bisa saya lakukan? bila saya menyuruhnya keluar maka ia akan mengangur dan pastinya saya takkan mau menanggung resikonya, bila ia melamar  ke tempat yang lain maka harus berapa lama lagi hidup dengan mengumbar dosa. jujur saya bingung untuk masalah ini, ada yang mau beri masukkan?…

15
Oct
09

ini hidup..

bromo pagi hari

bromo pagi hari

Seperti apa yang telah sering dikatakan oleh aa gym, hidup ini hanyalah berpindah dari masalah satu kemasalah lainnya. setiap hari saya pasti merasakan masalah dan ini membuat saya tetap bertahan, karena inilah hidup. hidup adalah pilihan, pilihan ini yang membuat seseorang bisa sukses atau terjatuh dalah hidupnya.

terus dan terus berjuang untuk meluruskan benang kehidupan yang kusut agar terpintal benang yang lurus hingga kita bisa gunakan benang tersebut untuk membuat sweeter, ya sweetwer yang dapat membuat kita tetap terjaga hangat ketika udara dingin menggigit.

maaf, beberapa hari ini saya punya kegiatan yang menyita banyak waktu dan tenaga (gak suka sama kata sibuk), sehingga saya jarang menulis lagi dan jarang menyapa sahabat-sahabatku. terus jaga semanagat saudaraku :D




feed RSS

feedcomment

Calendar

January 2010
M T W T F S S
« Dec    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Kumpulan ide

Sering dibaca

banner

Batagor

Hit counter

  • 1,551 hits