23
Nov
09

oh nurani…

Siang terik tak membuat saya membatalkan rencana untuk berbelanja beberapa kebutuhan hidup untuk sebulan kedepan, maklum hidup sendiri di ujung pulau jawa. Loh kok cowok belanja bulanan sih? Memang salah ya. Ketika dalam perjalanan menuju salah satu pusat perbelanjaan, saya dibuat penasaran karena laju angkot terhenti lalu ada kerumunan orang, “ada maling” menurut salah satu pejalan kaki ketika ditanya oleh abang supir.

Wah siang bolong kayak gini ada juga ya tukang maling yang nekat beraksi, dan sialnya dia gagal he. Saya pun memutuskan untuk turun dari angkot untuk melihat keadaan dan kebetulan tempat yang dituju tinggal tiga ratus meter lagi. Baru beberapa langkah menjauhi angkot saya melihat pemandangan seseorang yang kaki dan tangannya diborgol kemudian ia gotong oleh dua aparat hukum layaknya binatang.

Ini bukanah suatu pemandangan yang aneh, mungkin kita sering melihat peristiwa seperti ini di  acara kriminal. Namun bukan berarti dengan seringnya kita melihat tayangan seperti ini hati akan menyutujui begitu saja, sang pelaku memang melakukan hal kriminal dan perlu di beri hukuman tapi harus seperti inikah caranya. Memperlakukan saudaranya layaknya binatang bukan saja sebuah hukuman namun juga sesuatu yang dapat menodai nilai moral yang ada. Seandainya hal seperti ini menimpa sanak kerabat tentu kita takkan terima dan akan marah. Sang khalik sudah menganugrahi kemuliaan bagi manusia dibandingkan makhluk lainnya, namun mengapa kita malah mencoba untuk merendahkannya, apakah suatu kesalahan saudara kita dapat menghapus rasa kemanusiaan yang telah tuhan anugerahkan pada kita, apakah tak ada lagi cara yang lebih layak?.

Dua moment yang saling barlawanan tersaji saat ini, masih hangat berita tentang seorang nenek yang mencuri tiga buah kakao lalu dituntut penjara satu setengah bulan, sang penuntut beralasan kalau semua ini adalah suatu bentuk pelajaran agar tak ada lagi para pencuri kakao di kebunnya. Hal yang kontras tersaji ketika kita melihat sebuah fakta seorang penyuap dan makelar kasus masih bisa tidur nyenyak padahal bukti atas kesalahannya sudah diketahui oleh umum, tak ada yang namanya peristiwa borgol kaki atau tangan dan tak ada pula ia di gotong layaknya hewan seperti pencuri jalanan tadi.

”hati nurani ini senang akan rasa adil dan kasih sayang namun apadaya harta dan jabatan telah mengaburkan semua itu”

Ada seekor anak kucing yang bermain di tengah jalan, kemudian saya mencoba untuk memindahkannya. Saya tangkap lalu sedikit saya lempar ke tempat yang aman, bukan ucapan terimakasih yang saya terima tapi caci maki dari sang pemiliknya. Suatu realita yang ada saat ini, menyimpulkan berbagai peristiwa hanya dengan fakta yang ada tanpa mendalami nilai-nilai yang ada didalamnya.

Yuks mulai hari ini kita belajar untuk menjernihkan hati dan fikiran… :D

19
Nov
09

masalah lagi dan lagi……

Selama kita masih mampu untuk bernafas, selama itu pula kita mampu untuk menyelesaikannya. Jika makan adalah kebutuhan begitu pula masalah yang kita hadapi, rintangan demi rintangan seakan barisan pepohonan yang sejauh mata memandang tak terlihat ujungnya.

Entah kenapa jal sering beranggapan bahwa yang namanya masalah, baik itu yang sederhana hingga yang sukar untuk uraikan adalah bumbu kehidupan. Ya seperti asam di dalam sayur asam, takkan terasa nikmatnya asam manis didalam sayuran tanpa kehadiran sang asam, dan seperti iklan yang ada disetiap acara TV tanpanya sulit bagi stasiun TV untuk bertahan.

Saya coba liat kebelakang ya, dimarahi oleh atasan karena kerja kita tak sesuai dengan target, tidak bisa ikut praktek karena gagal pembicaraan dengan dosen yang killer, ataupun laptop yang rusak karena ulah seseorang yang tak mengerti apa itu arti dari tanggung jawab.”Tenang itu tuh namanya ujian, nanti juga selesai kok”, benak saya mencoba menenangkan. Sama seperti tugas kuliah masalah juga harus punya batas waktu, berapa banyak energi dan waktu yang terkuras untuk memikirkan masalah itu andai saja kita berlarut-larut dalam mencari jalan keluarnya.

”hidup ini berpindah dari masalah satu ke masalah yang lain” setiap orang punya cara  untuk dapat menyelesaikkannya sesuai dengan kadar ilmu, iman, dan pengalaman hidupnya masing-masing. Masih hangat ingatan kita tentang berita tentang kiper jerman henke yang bunuh diri dengan menabrakan diri ke kereta, bukti nyata bahwa tak semua orang mampu untuk menyelesaikan setiap masalah dengan bijak, ia berfikir dengan bunuh diri seluruh masalah akan berakhir, memang berakhir namun berakhir dengan konyol.

Dari seribu masalah yang akan dilalui pasti ada beberapa masalah yang akan sulit di lewati, belum lagi kalau masalah ini erat kaitannya dengan hal-hal yang berharga termasuk keluarga. Ikatan keluarga yang kokoh layaknya beringin akan merasakan kerasnya tiupan angin dikala suatu masalah itu menimpa, akan tumbang bila seluruh anggotanya tak mampu lagi untuk bertahan. Ya yang mungkin dibutuhkan ketika kita mengalami masalah ini adalah persamaan tujuan, persepsi dalam menjalani menyikapinya. Yang sering terjadi biasanya kita lebih menyudutkan satu pihak tanpa mau tahu apa alasannya yang penting dia ”salah”, ketika sang korban mencoba untuk melakukan pembelaan kita seakan-akan kita enggan mendengarnya dan terus saja berkata salah.

Seandainya kita menjadi korban, apa yang akan kita perbuat? Mungkin jawaban tiap orang akan bervariasi ada yang menyikapinya dengan cuek, masa bodo, ada pula yang emosi dalam menjalaninya. Jadi please seandainya kita menjadi pihak yang menyalahkan maka cobalah untuk sedikit memahami mengapa masalah ini dapat terjadi kalaupun memberikan solusi jangan cuma berdasarkan pemikiran sepihak saja, coba untuk berbagi fikiran dan masukan dengan sang korban bukannya ini masalah bersama dan untuk kebaikan bersama.

Ah…. gak ada masalah yang besar, yang ada masalah yang dibuat-buat agar menjadi besar. Gak ada yang namanya gelap yang ada hanya kekurangan cahaya, gak ada yang namanya rumit kecuali kita sendiri yang membuatnya rumit, ahhhhhh………

Jal pusing apa yang harus ditulis, sory buat postingan yang satu ini. Salam hangat selalu :D

05
Nov
09

sungguh aku berharap

2365029928_3e5a03e0d6_b

Sama atau beda sih tiap kerjaan tuh? mungkin itu pertanyaan yang sekarang ini sering muncul dalam benak saya.  ”bukannya tiap kerjaan tuh sama, yang penting halal kan?”

pada hakikatnya kita bekerja untuk memperoleh penghasilan, kemudian penghasilan kita gunakan untuk memenuhi segala kebutuhan sehari-hari. walaupun tiap orang punya pekerjaan yang berbeda-beda, tapi kita pasti sepakat apa pun pekerjaannya harus dijalani dengan sungguh-sungguh.

kalau kita mau menghitung berapa banyak jenis profesi yang ada di negeri ini, mulai dari pekerjaan yang formal hingga yang non formal, dari presiden hingga tukang beras. faktor apa sih yang paling berperan dalam seseorang memperoleh pekerjaan? apakah faktor pendidikan, relasi, keahlian atau hanya sebuah keberuntungan. banyaknya jumlah orang yang butuh pekerjaan tidak sebanding dengan jumlah lapangan pekerjaan ini menyebabkan banyak orang yang bekerja tidak sesuai dengan keahliannya semula. banyak orang kerja hanya “sekedar bekerja” dan yang terpenting memperoleh penghasilan.

sebenarnya saya termasuk orang yang tak rela kalau orang terdekat menjalani profesi yang mengharuskannya untuk membuka aurat. banyak tempat kerja yang mengharuskan para karyawatinya untuk memakai seragam yang tak menutup aurat, bila ada yang memakai kerudung mereka mengancam akan memecatnya atau di mutasi ke bagian yang berat. “jal dengan keadaan saya sekarang (melepaskan kerudung) saya dapat gaji yang lebih besar ketimbang pakai kerudung, diatas UMR lah coba kalau saya tetep pakai kerudung gajinya tuh jauh dari UMR”.

“hari gini masih ada tempat yang ngelarang pakai kerudung”, mungkin tempat kerjanya adalah tempat yang memuja kemolekan seorang wanita, yang menonjolkan setiap lekuk-lekuk perempuan yang semata-mata untuk  menarik didepan konsumennya. pernah ada kejadian disebuah pusat perbelanjaan di sebuah kota seorang karyawati dikeluarkan karna hanya memakai kerudung ketika bekerja, kemudian masalah ini diadukan ke serikat pekerja setempat hingga terjadi sidang antara pusat perbelanjaan tersebut dengan serikat pekerja, dengan hasil akhir pihak perusahaan harus membayar denda dan harus memberi kebebasan bagi karyawatinya untuk memakai kerudung. satu tahun berlalu ternyata di tempat perbelanjaan itu karyawannya banyak yang pakai kerudung namun ada nada yang kurang sedap bahwa karyawan yang dikerudung hanya memperoleh upah sebesar tujuh puluh persen dari karyawan yang tak pakai kerudung, sungguh ironi yang amat sangat (hehe berlebihan).

bila hal semacam ini menimpa salah satu orang terdekat, apa yang bisa saya lakukan? bila saya menyuruhnya keluar maka ia akan mengangur dan pastinya saya takkan mau menanggung resikonya, bila ia melamar  ke tempat yang lain maka harus berapa lama lagi hidup dengan mengumbar dosa. jujur saya bingung untuk masalah ini, ada yang mau beri masukkan?…

15
Oct
09

ini hidup..

bromo pagi hari

bromo pagi hari

Seperti apa yang telah sering dikatakan oleh aa gym, hidup ini hanyalah berpindah dari masalah satu kemasalah lainnya. setiap hari saya pasti merasakan masalah dan ini membuat saya tetap bertahan, karena inilah hidup. hidup adalah pilihan, pilihan ini yang membuat seseorang bisa sukses atau terjatuh dalah hidupnya.

terus dan terus berjuang untuk meluruskan benang kehidupan yang kusut agar terpintal benang yang lurus hingga kita bisa gunakan benang tersebut untuk membuat sweeter, ya sweetwer yang dapat membuat kita tetap terjaga hangat ketika udara dingin menggigit.

maaf, beberapa hari ini saya punya kegiatan yang menyita banyak waktu dan tenaga (gak suka sama kata sibuk), sehingga saya jarang menulis lagi dan jarang menyapa sahabat-sahabatku. terus jaga semanagat saudaraku :D

05
Oct
09

ku ingin kau berubah…

hanya ingin berubah

Seandainya kita dihadapkan dengan suatu pilihan, maka sejauh mana kita yakin dengan keputusan sendiri. maksudnya bila kita memutuskan suatu masalah kita merasa tak perlu lagi meminta pendapat dari orang lain, baik berupa saran, ide maupun tenaga. tetapi saya rasa sangat sedikit dari kita yang berani mengambil keputusan tanpa berkonsultasi dahulu kepada seseorang.

Biasanya kita akan meminta bantuan dari orang yang dikasihani baik itu orang tua, saudara maupun pacar agar mau mendengar keluh kesah yang sedang kita alami. Lalu mereka akan memberi masukan-masukan mulai dari yang mudah untuk dipahami hingga yang sulit untuk dimengerti, sampai-sampai kita perlu waktu yang cukup untuk bisa mencerna maksudnya.

Beberapa hari kebelakang salah satu sahabat saya menelpon dan ia bercerita tentang masalah yang sedang ia hadapi. Akhirnya saya pun tahu kalau masalah yang ia ingin bagi ini adalah masalah yang cukup kompleks, yaitu masalah yang menyangkut  masa depan teman saya tersebut.

Memang dulu saya pernah menyarankan dia untuk pindah dari tempat kerjanya saat ini dan mencari tempat kerja yang lebih nyaman, nyaman menurut pandangan saya tentunya.

Makanya ketika dia menerima panggilan kerja di tempat lain dia langsung menghubungi saya. berharap  akan memberinya sebuah masukkan. Saya menyarankan dia untuk keluar dan menerima pangggilan itu.

Namun pada akhirnya rasa bersalah menyelimuti hati ini. Mengapa ya saya berani-beraninya memberikan masukkan yang begitu penting bagi seseorang padahal saya tak tahu kondisi  dia yang sebenarnya. Bagaimana seandainya dia mengalami kegagalan setelah keputusan itu ia ambil, tidak betah berada ditempat yang baru. Dan orang pertama yang akan merasa  bersalah adalah saya, kalaupun ia tidak meminta pertanggung jawaban dari apa yang saya ajukan, namun tetap saja saya akan merasa amat bersalah.

“saya rasa kamu cukup bijak dalam memilih apa yang akan kamu ambil, jadi semuanya terserah kamu…”

saya yang bukan siapa-siapa ini memang tak layak untuk terus mendorong ia untuk berubah, takut seandainya perubahan itu hanya karena saya terus-menerus memaksanya.

semoga tuhan menunjukkan jalan yang terbaik bagi setiap hamba-Nya, karena hanya Ia-lah yang pemilik setiap desah nafas serta sang pemilik jiwa yang rapuh ini.

Pilihan ada ditanganmu saudaraku….

05
Oct
09

satu tahun sudah….

Tepat satu tahun yang lalu saya menerima sebuah sms yang membuat diri saya terdiam sejenak, “innalillahi waninnailaihi rajiun, mas tadi pagi sahabat kita sholeh maulana wafat katanya sih karena kecelakaan motor. Mohon doanya ya mas”.

makamSuasana lebaran masih terasa saat pagi itu saya terima sms itu, seperti tak percaya dengan berita  yang termuat dan kaget karena baru saja kemarin kami saling kirim sms selamat lebaran. Namun saya baru sadar kalau sms kemarin pagi adalah sms terakhir darinya. Sesal karena saya tak sempat ikut prosesi pemakanannya karena saya masih di bandung dan berencana akan kembali ke banten esok lusanya.

Menurut informasi dari temen dekatnya, almarhum mengalami kecelakaan ketika pulang kerja, entah apa sebabnya almarhum terjatuh dari motor. Tubuhnya tak mengalami luka yang serius namun tulang lehernya patah dan ia meninggal ditempat.

Dengan diantar oleh teman, saya pergi menuju tempat ia dikebumikan. Berjongkok di dekat gundukan tanah merah dan masih terlihat basah karena gerimis tadi subuh. Membaca yasin sebagai doa agar sang khalik menerima segala amalnya dan memberikan alam kubur yang indah. Sayang saya tak sempat membawa bunga tapi saya yakin akan ada bunga yang lebih indah dari sang pemilik jiwa bagi siapapun yang bertaqwa pada-nya.

Tanpa nisan dan hanya ditandai dengan pelepah pohon kelapa, hati makin sedih karena tempatnya jauh dari pemukiman. Hati ini terus bertanya kapan tubuh  ini akan dibaringkan di atas tanah kemudian di miringkan kearah kiblat. Sepertinya bila saya ditanya maka saya hanya bisa berkata “saya belum siap”. Namun sang maut tak mau diajak berbincang  dan terus mengikutiku. makin jauh melangkah ia makin dekat denganku.

Kukirim doa untuknya, kuingat segala kebaikkannya, dan aku ingat bahwa suatu saat nanti saya akan mengalaminya. Sungguh hari ini membuat saya tersadar akan bekal yang belum saya miliki bila menghadapnya.




feed RSS

feedcomment

Calendar

November 2009
M T W T F S S
« Oct    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Kumpulan ide

Sering dibaca

  • None

banner

Batagor

Hit counter

  • 1,427 hits