ketika ia menjemput…

2010 January 30
by iderizal

mungkin kita sering mendengar istilah “orang yang baik di panggil tuhan lebih cepat”, istilah ini mewakili kejadian yang saya alami belakangaaan ini. betapa tidak, keluarga besar saya kehilangan seorang saudara yang shaleh, pimpinan pesantren, sekaligius guru tempat bertanya bagi orang yang haus akan ilmu-Nya.
tiga belas jam lamanya perjalanan antara merak-banjarsari saya jalani untuk bisa taziah, dan mengantarnya ke gerbang menuju alam kubur. sesampainya ditempat tujuan, segera saya ambil air wudhu dan menjalankan shalat jenazah moga sang pemilik setiap jiwa, menerima segala amal shalehnya. terbayang seandainya jasad kaku yang sedang di shalatkan itu adalah saya, maka telah siapkah diri ini menghadap Sang Pemilik Jiwa? seberapa banyak bekal yang telah kita siapkan, padahal diri ini belum memiliki bekal yang cukup dan hanya disibukan oleh urusan-urusan dunia. ketika keranda diangkat lalu dibawa ke pamakaman maka tak lama lagi jiwa ini akan terputus dari urusan dunia,dan akan memasuki gerbang alam gaib. tak terbayang ketika raga ini dibaringkan diatas tanah, berselimut kain kafan putih, lalu kita di tutup oleh papan hingga akhirnya tanah akan menutup jasad kita untuk selamanya. maka takkan ada lagi yang namanya “saya” dan hanya ceritalah yang akan menggambarkan siapa kita sebenarnya. mudah-mudahan kita dikenang karena kebaikkannya dan bukan karena keburukannya.
sendiri di tempat sempit,pengap, dan super gelap. tak ada yang menemani kecuali amal kita semasa hidup di dunia. sungguh kematian adalah guru yang terbaik, ia akan mengingatkan kita akan pentingnya sebuah waktu, padahal kita lebih sibuk untuk memikirkan hal-hal yang tak berguna, dan hanya sedikit waktu mengingat maut. setiap makhluk yang bernyawa pasti akan mengalami kematian. tapi yang namanya kematian adalah gaib. yang penting sejauh mana kita menyambut kematian itu sendiri.
*ditulis dengan B7320

Kenapa harus lesbi…

2010 January 26
by iderizal

Kemarin sore saya menerima telepon dari salah satu sahabat, ia bercerita tentang sesuatu yang sepertinya hanya sebuah berita miring dan tak semestinya untuk dipercayai. “jal masih inget si x kan? itu kakak kelas waktu sekolah. ternyata sekarang dia menjadi penyuka sesame jenis”. walaupun saya lupa dengan orangnya namun yang membuat saya tertarik adalah beritanya, wow ada juga ya orang seperti ini.

Pribadi yang sewaktu duduk di bangku sekolah menjadi seorang perempuan dengan kerudung lebar, menjalankan syariat agama dengan sungguh-sungguh, namun sekarang ia menanggalkan kerudung yang selama ini menjaga kecantikannnya, membuang jauh-jauh pakaian yang dapat menutupi setiap lekuk tubuhnya yang selama ini menjaganya dari pandangan nafsu kaum adam. apa gerangan yang sebenarnya sedang terjadi dalam jiwa dia, suatu perubahan yang drastis dengan jangka waktu hanya sesaat.

“Tuhan telah menciptakan setiap makhluk secara berpasangan, adanya siang sebagai penerang dari gelapnya saat malam, rasa cinta yang bersahabat baik dengan sayang, begitu pula sang adam yang pasti berpasangan dengan tulang rusuknya yang hilang dan rusuk itu bernama hawa. takkan mungkin tuhan menciptakan sesuatu yang gagal dan sia sia, namun semua itu adalah sebuah fitrah yang mesti terjadi dan yakinlah itu adalah hal yang terbaik  bagi setiap makhluknya”

Muncul beribu pertanyaan yang mengalir deras di pembuluh darah ini, mengapa begitu banyak manusia yang melanggar dari ketentuan sang Khalik, tak bersyukurkah ia dengan ketentuan-Nya? apakah ia berpendapat bahwa tuhan salah ketika menciptakannya, hingga ia berani untuk berubah gender, adapun sebagain lainnya menyukai sesama jenis. berapa banyak orang memutuskan untuk merubah gendernya dalam tiap tahun, mereka berujar aku seorang wanita yang terpenjara di tubuh kekarnya seorang pria, ataupun sebaliknya jiwa pria yang menetap dalam lembutnya raga seorang perempuan. semua ini makin bertambah rumit dengan adanya dokter yang bersedia untuk mengubah alat kelamin, dan baru-baru ini ada seorang hakim yang mengesahkan perubahan status dari pria menjadi wanita. sungguh realita kehidupan menuju hari akhir.

“dosa besar bila anak adam melanggar apa-apa yang telah ditetapkan tuhan padanya, mungkin mereka tak pernah tahu laknat yang tuhan beri pada kaum nabi lut yang penyuka sesama jenis”

kenyataanya bermunculan komunitas yang mewadahi golongan  ini, mereka bersatu membentuk rasa persaudaraan karena perasaan senasib, kemudian bersama-sama berjuang untuk memperoleh pengakuan dari masyarakat luas dan tak lagi menjadi kaum yang “berbeda”. seorang pria menikahi perempuan lalu memiliki anak sebagai penerus sang orang tua, lalu bagaimana dengan golongan seperti ini, tak adakah terlintas keinginan untuk hidup normal layaknya orang kebanyakan. pernah juga mendengar seorang waria yang memiliki suatu keinginan bila ia meninggal di makamkan sebagai seorang perempuan, namun hingga saat ini saya belum pernah jawabannya.

Bila kita menengok ke benua biru, kita akan memperoleh sebuah fakta adanya peraturan yang mengatur kelompok seperti ini, bahkan mereka memperbolehkan pernikahan dengan sesama jenis. itu kenyataan di dunia barat, lalu bagaimana dengan negeri tercinta? sepertinya negeri ini takkan mungkin melegalkan peraturan mengenai hal semacam ini, sebagai negera yang populasi muslim terbanyak di dunia dan begitu banyaknya badan keagamaan, hapir mustahil hal semacam di barat dapat terwujud hingga selamanya golongan semacam ini akan “beda”.

Tak bermaksud untuk menyalahkan, namun jiwa ini serasa tak rela bila melihat saudaranya “beda” dengan yang lain. ingin membantu namun apa daya saya belum memiliki kemampuan dalam hal ini.

“memang benar hidup ini adalah suatu pilihan, namun bukan berarti kita bisa memilih dengan seenaknya bahkan melilih sesuatu yang sudah jelas dilarang oleh tuhan”.

*mohon maaf  bila tulisan ini tak berkenan bagi sebagian golongan*

hanya harapan…

2010 January 16
by iderizal

ada banyak harapan di tahun yang baru, digantinya kalender tahun ganjil ke tahun genap, pesta pora di balai kota hingga jalan raya serasa kosong di paginya. semuanya itu menandakan kegembiraan dari seluruh umat manusia akan nikmat usia hingga dapat merasakan udara di tahun yang baru, walaupun tak semua cara dalam merayakannya dapat kita anggap benar. melihat kembali ke tahun yang telah berlalu, apakah seluruh target kita telah tercapai atau masih banyak pekerjaan yang belum sempat kita selesaikan, moga saja di tahun yang baru ini target yang baru plus pekerjaan rumah tahun kemarin dapat tertunaikan.

untuk seorang calon ibu yang sedang berharap akan kelahiran buah hati pertamanya, moga tuhan memudahkan dalam proses hidup mati yang bernama melahirkan. sungguh suatu perjuangan yang luar biasa, jadi teringat cerita ibu tentang proses kelahiran saya. seorang yang sering membantu melahirkan atau sering disebut “paraji” memperkirakan sang bayi harus dilahirkan secara cesar, sang ibu panik apakah benar ia harus melakukan operasi dengan biaya yang tinggi. sang ibu berdoa kapada sang pemilik jiwa, untuk memudahkan proses kelahiran sang buah hatinya karena ialah yang maha pengehendak segala yang ada di langit dan di bumi. bulan berlalu dan tiba waktunya bagi sang buah hati untuk keluar dari kehangatan rahim sang ibu selama delapan bulan lamanya. sungguh tuhan maha pengasih, sang ibu diberi kemudahan dalam melahirkan walaupun bayinya dilahirkan secara tidak wajar, buah hati itu dilahirkan dengan kaki terlebih dahulu berbeda dengan layaknya kelahiran normal yakni kepala terlebih dahulu. moga Allah memberikan kemudahan dalam melahirkan ya sist, hingga saya bisa menjadi seorang om, eh paman deh.

dalam munajat kumemohon  agar sang pemilih jiwa memudahkan bagi saudaraku untuk mendapatkan pasangannya, Allah akan menjadikan hidup indah pada saat waktunya. tak mudah memperoleh sebuah mutiara, kita harus menyelam di luas dan dinginnya lautan hanya untuk memperoleh benda yang besarnya tak lebih dari genggaman tangan. maka yakin Ia akan memberikan yang terbaik bagi kita.

bagi seorang sahabat yang berkeingan untuk menjadi seorang hamba-Nya yang shaleh, moga jalan yang ada di depan dapat dilalui dengan penuh semangat serta dengan tekad yang bulat untuk menjadi insan yang utama. sungguh hanya dia yang mampu menggenggam tangan menuju jalan seharusnya, yang mampu memberikan kunci kekayaan hati. makhluk tak mampu mengubah makhluk lainnya karena kita semua hanyalah seorang hamba.

seorang sahabat baik sekaligus guru bagi saya selama tiga tahun kebelakang yang sekarang ini telah terpisah jarak ribuan kilometer jauhnya, semoga tinggal di tempat yang baru adalah pilihan yang terbaik walaupun harus meninggalkan keluarga dan para sahabat yang selama ini selalu bersama. saya yakin bukan masalah materi yang membuat sahabatku ini pergi begitu jauhnya, namun saya yakin ini pilihan terbaik yang telah dipilihkan Allah sekarang ini. semoga ilmu yang telah diberikan kepada seluruh sahabat menjadi ilmu yang bermanfaat.

masih banyak harapan-harapan yang tertulis maupun yang tak tertulis di tahun yang baru ini, semoga kita terus diberi umur dan kemampuan untuk mencapai apa yang kita harapkan. Selamat tahun baru semua…

500 days of summer

2009 December 26
by iderizal


setelah musim panas ceria maka akan datang sang gugur yang cantik..

500 days of summer, telah menginspirasi kalimat saya diatas. inti dari film ini menceritakan seorang lelaki yang dekat dengan seorang wanita, hubungan mereka berjalan dengan menyenangkan hingga kemudian dia menyadari bahwa teman wanitanya hanya menganggap dia sebagai seorang teman. summer akhirnya menikah dengan orang lain, sang pria depresi dan sulit untuk melupakan kenangan indah dengan summer, hingga ia sadari bahwa hidup bisa terus berlanjut walaupun tak ada summer di sampingnnya. pada akhirnya sang pria mendapatkan autumn yang lebih indah ketimbang summer.

kadang kita merasa kesal ketika dia tak membalas sms yang kita kirim, marah ketika kita melihat ia bersama seorang pria yang tak dikenal, dan depresi ketika semua cerita indah yang telah dijalani berakhir hanya dengan kata putus. ironis memang tapi inilah hidup, sekencang apapun kita berlari namun kita takkan mampu untuk merubah kenyataan yang ada.

deraian air mata, hati yang terus bergemuruh, bahkan mengurung diri di kamar adalah beberapa ritual patah hati. menyesakkan memang apalagi bagi seorang wanita yang hatinya begitu lembut, kenyataan yang tak sesuai dengan harapan. kadang kita perfikir ia adalah jodoh yang diturunkan tuhan dari langit  yang kemudian akan mengisi ruang kosong yang ada di hati terdalam. namun semua keyakinan itu seakan runtuh dan hancur berserakan.

manisnya hari kemarin tak mungkin akan hilang dalam ingatan, namun biarlah semua itu menjadi daun hijau yang menempel di ranting pohon kehidupan. teruslah melangkah menyusuri jalan yang ada di dapan, diiringi siulan ceria bekal yang cukup akan membuat kita lebih siap, dan siapa tahu jalan didepan lebih indah untuk dilalui. setelah kita berpanas-panasan ketika summer kemarin maka tak lama lagi kita akan bertemu dengan autumn yang cantik, moga saja…

bagi semua sahabatku yang sedang mengalami ritual patah hati, semoga cepat sembuh….

evaluasi…

2009 November 30
by iderizal

tak mesti harus menemui suatu masalah yang besar baru kita melakukan evaluasi, tak mesti harus minum obat ketika sakit bisa saja kita minum obat agar daya tubuh kita kebal terhadap penyakit. semua yang diusahakan sekarang tentunya akan berbuah di masa yang akan datang, segala tindak tanduk ini akan tercatat dan takkan bisa diperbaiki kembali.

sepertinya saya harus mengevaluasi kembali apa-apa yang telah saya lakukan kemarin, apakah saya sudah menapaki jalan yang benar atau selama ini saya hanya mengikuti perasaan hingga jalur yang ditempuh telah melenceng jauh dari seharusnya. tiap sentuhan akan memiliki arti yang berbeda-beda pada setiap orang, ketika bibir ini melebar untuk tersenyum maka senyum ditujukan pada siapa dan untuk apa. kadar kebaikan adalah abu-abu karena tak ada nilai pasti apakah suatu tindakan bernilai baik atau buruk, hanya Dia yang tau semua isi dari hambanya.

saya meminta waktu untuk mengevaluasi semua ini, seminggu mungkin atau sebulan, ah saya tak tahu tepatnya evaluasi ini akan selesai. moga perjalanan pagi ini menuju batam akan memberi angin segar agar saya dapat berfikir lebih jernih.

oh nurani…

2009 November 23
by iderizal

Siang terik tak membuat saya membatalkan rencana untuk berbelanja beberapa kebutuhan hidup untuk sebulan kedepan, maklum hidup sendiri di ujung pulau jawa. Loh kok cowok belanja bulanan sih? Memang salah ya. Ketika dalam perjalanan menuju salah satu pusat perbelanjaan, saya dibuat penasaran karena laju angkot terhenti lalu ada kerumunan orang, “ada maling” menurut salah satu pejalan kaki ketika ditanya oleh abang supir.

Wah siang bolong kayak gini ada juga ya tukang maling yang nekat beraksi, dan sialnya dia gagal he. Saya pun memutuskan untuk turun dari angkot untuk melihat keadaan dan kebetulan tempat yang dituju tinggal tiga ratus meter lagi. Baru beberapa langkah menjauhi angkot saya melihat pemandangan seseorang yang kaki dan tangannya diborgol kemudian ia gotong oleh dua aparat hukum layaknya binatang.

Ini bukanah suatu pemandangan yang aneh, mungkin kita sering melihat peristiwa seperti ini di  acara kriminal. Namun bukan berarti dengan seringnya kita melihat tayangan seperti ini hati akan menyutujui begitu saja, sang pelaku memang melakukan hal kriminal dan perlu di beri hukuman tapi harus seperti inikah caranya. Memperlakukan saudaranya layaknya binatang bukan saja sebuah hukuman namun juga sesuatu yang dapat menodai nilai moral yang ada. Seandainya hal seperti ini menimpa sanak kerabat tentu kita takkan terima dan akan marah. Sang khalik sudah menganugrahi kemuliaan bagi manusia dibandingkan makhluk lainnya, namun mengapa kita malah mencoba untuk merendahkannya, apakah suatu kesalahan saudara kita dapat menghapus rasa kemanusiaan yang telah tuhan anugerahkan pada kita, apakah tak ada lagi cara yang lebih layak?.

Dua moment yang saling barlawanan tersaji saat ini, masih hangat berita tentang seorang nenek yang mencuri tiga buah kakao lalu dituntut penjara satu setengah bulan, sang penuntut beralasan kalau semua ini adalah suatu bentuk pelajaran agar tak ada lagi para pencuri kakao di kebunnya. Hal yang kontras tersaji ketika kita melihat sebuah fakta seorang penyuap dan makelar kasus masih bisa tidur nyenyak padahal bukti atas kesalahannya sudah diketahui oleh umum, tak ada yang namanya peristiwa borgol kaki atau tangan dan tak ada pula ia di gotong layaknya hewan seperti pencuri jalanan tadi.

”hati nurani ini senang akan rasa adil dan kasih sayang namun apadaya harta dan jabatan telah mengaburkan semua itu”

Ada seekor anak kucing yang bermain di tengah jalan, kemudian saya mencoba untuk memindahkannya. Saya tangkap lalu sedikit saya lempar ke tempat yang aman, bukan ucapan terimakasih yang saya terima tapi caci maki dari sang pemiliknya. Suatu realita yang ada saat ini, menyimpulkan berbagai peristiwa hanya dengan fakta yang ada tanpa mendalami nilai-nilai yang ada didalamnya.

Yuks mulai hari ini kita belajar untuk menjernihkan hati dan fikiran… :D